Pernah suatu waktu saya ditanya oleh teman dan orang tua saya, ‘Kamu jadi apa waktu ngerjain tugas proyek sama temen-temenmu?‘, kontan saya menjawab ‘Sistem Analis tuh…emang kenapa?‘ begini jawaban mereka ‘Wah kasihan dong, kan sistem analis gajinya paling kecil, apalagi di Indonesia, Sistem Analisnya tuh nggak valid kerjanya..‘
Jujur saja spontan saya agak tersinggung dan menyanggah pendapat mereka, menurut saya justru kerjanya sistem analis itu paling berat. Bayangkan dia harus bisa menganalisis dan membangun suatu sistem dari data yang ada, nah kalau analisisnya salah maka sistemnya juga salah, trus programmer yang buat aplkasi sistemnya juga bisa kebagian omelan Manajer tetapi lebih parah lagi, sistem analis sudah pasti kena damprat paling joss dibanding programmer. Programmer tinggal bilang aja lha kan kita cuma ngikut sistemnya pak analis…, nah gimana coba.
Jangan dulu mendiskreditkan suatu pekerjaan (dalam kasus ini adalah sistem analis). Sistem analis contohnya, mereka mempunyai pekerjaan yang tidak bisa dianggap enteng, analisis salah ya program bisa salah bekerja. Memang saya akui, dari pendapat orang-orang IT (teman-teman saya) kapasitas sistem analis yang ada di Indonesia belum semuanya mencapai kriteria yang diinginkan dan diharuskan. Itu didorong dari mereka (sistem analis-red) bukan berasal dari programmer (kebanyakan text book dan akademis banget). Menurut mereka (teman-teman saya.red) sebaiknya seorang analis itu memang berasal dari programmer yang sudah senior dan tinggi jam terbangnya. Itu dapat membantu dalam perancangan suatu sistem, sehingga setiap ada kesalahan sistem ia dapat dengan mudah mendeteksi dan memperbaikinya.
Diluar background mereka, faktor pengalaman juga perlu diperhatikan. Intuisi seorang analis dapat lebih tajam daripada programmer, itulah yang membedakan mereka (analis dan programmer). Kadang seorang yang sudah sering menangani suatu kasus (walau dia bukan programmer), intuisinya lebih tajam daripada programmer. Dia dapat membangun sistem dengan pengalaman-pengalaman yang telah ia dapatkan, dan itu sah-sah saja. Artinya pengalamannya dapat dijadikan landasan berjalannya suatu sistem.
Jadi dari pendapat saya tersebut, mereka (teman & orang tua yang menyangsikan pekerjaan sistem analis) akhirnya dapat sedikit menerima bahwa memang pekerjaan seorang sistem analis tidaklah semudah bayangan mereka dan tidak semurah pikiran mereka.
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| « Feb | ||||||
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | ||
| 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 |
| 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 |
| 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 |
| 27 | 28 | 29 | 30 | |||